Skip to content
Jawaku
Jawaku
  • Home
  • Wisata
  • Kuliner
  • Penginapan
  • Tips & Trick
  • Berita
  • Uncategorized
Jawaku
Jawaku
kolam-cinta-gunung-puntang

Kolam Cinta: Cerita Sejarah di Balik Gunung Puntang, Bandung!

Dwi Amaliah, November 17, 2025January 14, 2026

Gunung Puntang tidak hanya dikenal sebagai tempat berkemah atau jalur pendakian favorit warga Bandung Selatan. Dibalik hutan pinusnya yang sejuk, terdapat sebuah peninggalan unik yang selalu mengundang rasa penasaran: Kolam Cinta. Kolam kecil berbentuk hati ini menyimpan kisah sejarah masa kolonial, legenda setempat, dan daya tarik alam yang membuatnya tetap dikunjungi hingga kini.

Mesti ukurannya tidak terlalu luas, Kolam Cinta menjadi salah satu titik yang paling sering dibicarakan wisatawan. Nama dan bentuknya yang romantis membuat banyak orang mengira kolam ini dibangun untuk tujuan rekreasi. Padahal, sejarahnya jauh lebih tua dan berkaitan langsung dengan keberadaan Stasiun Radio Malabar, sebuah pemancar radio raksasa yang pernah berjaya pada awal abad ke-20.

Jejak Kolonial di Balik Kolam Cinta

Pada masa pemerintahan Hindia-Belanda, Gunung Puntang dipilih sebagai lokasi pembangunan Stasiun Radio Malabar. Stasiun ini menjadi pusat berkomunikasi jarak jauh antara Hindia Belanda dan Belanda di Eropa. Dibangun di ketinggian sekitar 1.350 meter, kawasan Puntang dianggap ideal karena udaranya dingin dan minim gangguan eletromagnetik.

Di sinilah kisah Kolam Cinta bermula. Kolam ini diperkirakan merupakan bagian dari fasilitas pendukung stasiun radio tersebut. Beberapa sumber menyebut bahwa kolam digunakan sebagai penampung air, sebagian lain menyebut fungsinya terkait sistem pendingin mesin pemancar. Walau fungsi pastinya tidak terdokumentasi secara lengkap, bentuk dan strukturnya menunjukkan bahwa kolam itu dibuat dengan desain yang terencana.

Seiring waktu, bangunan stasiun radio runtuh dan hanya meninggalkan beberapa sisa fondasi. Namun, kolam berbentuk hati itu masih bertahan. Masyarakat sekitar kemudian menamainya Kolam Cinta, terutama karena bentuknya yang menyerupai lambang hati jika dilihat dari sudut tertentu.

Mitos dan Cerita yang Menghiasi Kolam Cinta

Selain nilai sejarahnya, Kolam Cinta populer karena mitos yang berkembang di kalangan warga. Salah satu cerita yang paling sering dibagikan adalah bahwa pasangan yang menyentuh air kolam ini akan langgeng dan berjodoh. Ada pula yang percaya bahwa mencuci muka di kolam tersebut dapat membawa keberuntungan dalam urusan hati.

Walaupun mitos ini tentu tidak memiliki dasar ilmiah, kisah-kisah seperti ini justru menjadi daya tarik wisata tersendiri. Banyak pasangan muda datang hanya untuk berfoto dan mencoba “mengikuti tradisi” sambil berharap kisah cintanya berjalan indah. Mitos tersebut memberikan warna baru bagi kolam ini dan menjadikannya spot favorit untuk sesi foto bernuansa romantis.

Keindahan Alam yang Tenang dan Menenangkan

Untuk mencapai Kolam Cinta, pengunjung harus berjalan kaki melewati kawasan hutan yang rindang. Perjalanannya tidak terlalu melelahkan-sekitar 15 hingga 20 menit dari area perkemahan atau pintu masuk tertentu. Jalurnya berupa tanah dan sedikit menanjak, namun masih aman dilalui anak-anak hingga orang dewasa.

Sesampainya di lokasi, pengunjung akan disambut suasana yang tenang. Air kolamnya bening dan permukaan airnya biasanya tampak sangat tenang, terutama pada pagi hari. Jika dilihat dari sudut yang tepat, bentuk hatinya menjadi semakin jelas. Tidak jarang pengunjung memotret kolam dari posisi yang lebih tinggi agar bentuk ikonik tersebut terlihat sempurna.

Selain kolamnya, suasana sekitar juga mendukung pengalaman yang menyenangkan. Udara segar, suara burung, dan pepohonan tinggi memberikan atmosfer alami yang jarang ditemukan di kawasan perkotaan. Banyak wisatawan menganggap tempat ini sebagai spot “healing” yang cocok untuk menghilangkan penat.

Kondisi Terkini dan Harapan Pengunjung

Beberapa waktu terakhir, kondisi Kolam Cinta disebut mengalami kerusakan di bagian dindingnya. Ada pula informasi bahwa akses menuju kolam sempat dibatasi sewaktu-waktu karena adanya penataan area atau perubahan pengelolaan wisata. Meski demikian, Kolam Cinta tetap menjadi titik yang dicari wisatawan karena nilai sejarah dan keunikannya tidak tergantikan.

Banyak pengunjung berharap kolam ini dapat direnovasi atau ditata ulang tanpa menghilangkan bentuk aslinya. Dengan perawatan yang tepat, Kolam Cinta bisa menjadi ikon wisata edukatif, romantis, dan historis sekaligus.

Tips Berkunjung ke Kolam Cinta

Agar perjalananmu lebih menyenangkan, berikut beberapa tips yang bisa diikuti:

  1. Gunakan alas kaki yang nyaman, karena jalurnya dapat licin saat hujan.
  2. Datang pagi hari agar suasana lebih tenang dan pencahayaan lebih baik untuk berfoto.
  3. Bawa air minum, tetapi jangan tinggalkan sampah.
  4. Hormati aturan pengelola, terutama jika ada pembatasan area.
  5. Nikmati suasana, bukan hanya berfoto. Tempat ini paling indah ketika dinikmati dengan tenang.

Kolam Cinta bukan sekadar kolam berbentuk hati. Ia adalah jejak sejarah yang menyimpan cerita kolonial, legenda masyarakat, serta keindahan alam yang tak lekang oleh waktu. Dengan segala kisah yang melingkupinya, Kolam Cinta tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi siapa pun yang berkunjung ke Gunung Puntang.

Jika kamu ingin merasakan suasana alam yang damai sambil menelusuri peninggalan sejarah, Kolam Cinta adalah salah satu tujuan yang patut masuk daftar perjalananmu. Siapa tahu, selain menikmati pesona alam, kamu juga pulang membawa cerita baru yang berkesan.

(Visited 101 times, 1 visits today)
Post Views: 202
Wisata #healing#wisataviral

Post navigation

Previous post
Next post

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Chocolatos X-Quest: Wahana 5DX-Perience Pertama di Indonesia!
  • Curug Pariuk: Wisata Alam yang Masih Alami di Tasikmalaya!
  • 5 Rekomendasi Wisata Temanggung Saat Musim Kemarau!
  • Mengenal Burung Rangkong, Penyebar Benih di Hutan Tropis!
  • Makan di Singapura? Ingat Balikin Tray agar Tidak Kena Denda!

Recent Comments

No comments to show.

Popular Posts

  • kampoeng atas awanKampung Atas Awan: Wisata Alam Favorit di Temanggung September 26, 2025
  • batik-jawaMengenal Motif Batik Jawa: Warisan Budaya Penuh Makna August 4, 2025
  • taman wisata mbs serang kota bantenTaman Wisata MBS Lokasi Liburan Bergaya Eropa March 20, 2023
  • telaga-menjerTelaga Menjer: Wisata Alam di Wonosobo, Jawa Tengah July 11, 2025
  • kue yangko khas jogjaKue Yangko Khas Jogja Jajanan Tradisional Unik Bisa… April 15, 2023
  • jawaSeni Ukir & Kaligrafi Jawa: Perpaduan Filosofi,… August 5, 2025

Categories

  • Berita (20)
  • Kuliner (12)
  • Penginapan (13)
  • Tips & Trick (15)
  • Uncategorized (11)
  • Wisata (163)

Advertisement

©2026 Jawaku | WordPress Theme by SuperbThemes