Green Island: “Raja Ampat”nya Banyuwangi Jawa Timur! Dwi Amaliah, October 23, 2025January 14, 2026 Kalau kamu mengira pesona laut jernih dan gugusan pulau cantik cuma ada di Papua Barat, berarti kamu belum pernah ke Green Island Banyuwangi. Pulau kecil yang juha dikenal dengan nama Pulau Bedil ini dijuluki banyak orang sebagai “Raja Ampat-nya Banyuwangi”. Karena pemandangannya benar-benar bikin mata terpana. Air laut sebening kristal, pasir putih lembut, dan tebing hijau yang memeluk pantai. Semua menyatu dalam harmoni alam yang memanjakan siapa pun yang datang. Lokasi dan Akses Menuju Pulau Green Island terletak di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Dari pusat kota Banyuwangi, kamu bisa menempuh perjalanan sekitar dua jam menuju Pantai Pancer (umumnya disebut pantai Mustika), titik keberangkatan menuju pulau. Dari sini, perahu nelayan siap mengantarmu menyeberang ke Green Island. Dengan waktu tempuh sekitar 15-25 menit, tergantung kondisi cuaca dan ombak. Perjalanan dengan perahu ini adalah pengalaman tersendiri. Laut biru yang tenang, hembusan angin asin yang segar, dan pemandangan bukit-bukit hijau di kejauhan membuat siapa pun akan terdiam kagum. Kadang, kalau beruntung, kamu bisa melihat ikat meloncat di permukaan laut — seolah menyambut kedatangan tamu di rumah mereka. Daya Tarik yang Bikin Takjub Begitu sampai di Green Island, kamu akan langsung paham kenapa tempat ini disebut “Raja Ampat”-nya Banyuwangi. Pulau kecil ini dikelilingi oleh perairan jernih berwarna biru toska, berpadu dengan hamparan pasir putih yang bersih tanpa jejak sampah. Dari pantai, kamu bisa melihat dasar laut dengan jelas — bahkan tanpa harus snorkeling! Kalau kamu suka petualangan kecil, cobalah naik ke puncak bukit Green Island. Perlu waktu sekitar 15–20 menit trekking ringan untuk sampai ke atas, tapi setiap langkahnya sepadan. Dari puncak, panorama yang terlihat sungguh luar biasa: laut luas dengan gradasi warna biru-hijau, garis pantai Pancer di kejauhan, dan Gunung Tumpang Pitu yang berdiri gagah melengkapi lanskap. Pemandangan ini sering disebut-sebut sebagai salah satu spot foto paling epik di Banyuwangi. Selain menikmati keindahan dari daratan, kamu juga bisa snorkeling di sekitar pulau. Terumbu karangnya masih alami, dengan ikan-ikan kecil berwarna cerah yang lalu-lalang di antara bebatuan. Karena belum banyak fasilitas wisata di sana, kamu disarankan membawa sendiri alat snorkeling atau menyewanya di sekitar Pantai Pancer sebelum menyeberang. Suasana Tenang & Alami Yang membuat Green Island begitu istimewa adalah suasananya yang tenang dan alami. Tidak ada deretan kafe, tidak ada keramaian turis, dan tidak ada suara musik bising — hanya deburan ombak dan kicauan burung. Tempat ini cocok banget buat kamu yang ingin “healing” dari rutinitas kota atau sekadar mencari ketenangan sambil menikmati ciptaan Tuhan. Untuk sampai ke sana, kamu bisa menyewa perahu nelayan dengan tarif sekitar Rp150.000–Rp250.000 per rombongan, tergantung jumlah penumpang dan ukuran perahu. Biasanya nelayan akan menunggu sampai kamu selesai menjelajah pulau, jadi tak perlu khawatir soal transportasi pulang. Kalau ingin sekalian menjelajah, kamu bisa atur trip sehari ke Green Island, Pulau Merah, dan Teluk Hijau — tiga destinasi laut yang saling berdekatan dan sama-sama memukau. Waktu Terbaik & Tips Kunjungan Waktu terbaik berkunjung ke Green Island adalah pagi hingga siang hari, ketika matahari belum terlalu terik dan laut sedang tenang. Saat sinar matahari menembus air laut, kamu akan melihat gradasi warna biru kehijauan yang sangat indah untuk difoto. Beberapa tips yang perlu kamu perhatikan: Bawa bekal makanan dan air minum, karena belum ada warung di pulau. Gunakan alas kaki nyaman jika berencana naik ke puncak bukit. Jangan lupa pakai sunblock dan topi lebar, karena matahari di sana cukup terik. Bawa kantong sampah sendiri — bantu jaga keindahan pulau ini tetap alami. Kalau ingin snorkeling, siapkan alat pribadi atau sewa di sekitar Pantai Pancer. Menutup Hari di Surga Kecil Banyuwangi Menjelang sore, cahaya matahari mulai lembut dan laut berubah warna keemasan. Duduk di tepi pantai sambil mendengar debur ombak di Green Island terasa seperti meditasi alami. Banyak pengunjung bilang, pulau ini seperti tempat “menemukan diri sendiri” — sederhana, tenang, tapi meninggalkan kesan mendalam. Green Island mungkin belum sepopuler Raja Ampat, tapi pesonanya jelas tidak kalah. Ia menawarkan keindahan yang masih perawan, keramahan warga lokal, dan suasana damai yang susah ditemukan di destinasi wisata mainstream. Jadi kalau kamu mencari tempat liburan yang indah, alami, dan belum ramai, Green Island Banyuwangi wajib masuk dalam daftar perjalananmu berikutnya. Karena terkadang, untuk menemukan surga, kamu tak perlu terbang jauh ke timur — cukup menyeberang sebentar di ujung Pulau Jawa. (Visited 39 times, 1 visits today) Post Views: 141 Wisata #wisataviral