Goa Tanding: Surga Wisata Bawah Tanah di Gunungkidul! Dwi Amaliah, July 22, 2026July 22, 2026 Yogyakarta tidak hanya terkenal dengan Candi Prambanan, Malioboro, atau deretan pantainya yang memukau. Di Kabupaten Gunungkidul, terdapat kawasan karst yang menyimpan ratusan gua alami dengan karakteristik unik. Salah satu destinasi yang menawarkan pengalaman berbeda adalah Goa Tanding, sebuah gua wisata yang mengajak pengunjung menyusuri sungai bawah tanah menggunakan perahu karet. Goa Tanding berlokasi di Padukuhan Gelaran II, Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Letaknya berada di kawasan yang sama dengan Goa Pindul, sehingga banyak wisatawan memilih mengunjungi kedua destinasi ini dalam satu perjalanan. Meski berdekatan, keduanya menawarkan pengalaman yang berbeda. Jika Goa Pindul terkenal dengan aktivitas cave tubing menggunakan ban pelampung, Goa Tanding menghadirkan sensasi menyusuri lorong gua menggunakan perahu karet yang didayung oleh pemandu. Destinasi Wisata yang Relatif Baru Goa Tanding mulai dikembangkan sebagai objek wisata dan resmi dibuka untuk umum pada Agustus 2016. Menurut Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, pengelolaan destinasi ini dilakukan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Kehadiran Goa Tanding menjadi alternatif wisata minat khusus yang melengkapi daya tarik kawasan Bejiharjo sebagai salah satu pusat wisata gua di Yogyakarta. Nama Goa Tanding kini semakin dikenal karena menawarkan konsep wisata yang lebih tenang. Pengunjung tidak perlu mengapung menggunakan ban, melainkan duduk di atas perahu sambil menikmati keindahan gua. Hal ini membuat wisata susur gua terasa lebih santai. Sehingga cocok dinikmati bersama keluarga maupun wisatawan yang ingin menikmati panorama alam tanpa aktivitas fisik yang terlalu berat. Menyusuri Sungai Bawah Tanah yang Masih Aktif Daya tarik utama Goa Tanding adalah sungai bawah tanah yang masih aktif mengalir. Menurut informasi dari pengelola resmi, jalur penyusuran memiliki panjang sekitar 450 meter dengan waktu tempuh sekitar 1,5 hingga 2 jam. Selama perjalanan, wisatawan akan diajak memasuki lorong-lorong gua yang memiliki lebar mencapai sekitar 8 meter dan tinggi hingga 11 meter, sehingga suasana di dalam gua terasa lapang dan nyaman. Air sungai yang mengalir di dalam gua memiliki kedalaman yang bervariasi. Berdasarkan data Dinas Pariwisata DIY, kedalaman air berkisar antara 1 hingga 5 meter. Kondisi tersebut membuat penggunaan perahu menjadi pilihan yang tepat untuk menjelajahi keindahan gua sekaligus menjaga kenyamanan pengunjung. Selama penyusuran, cahaya matahari perlahan menghilang dan berganti dengan penerangan dari lampu yang digunakan pemandu. Pantulan cahaya pada permukaan air menciptakan suasana yang tenang sekaligus menambah kesan misterius khas gua alami. Keindahan Stalaktit dan Stalagmit Goa Tanding terbentuk melalui proses geologi yang berlangsung selama ribuan hingga jutaan tahun di kawasan karst Gunungkidul. Di sepanjang lorong gua, pengunjung dapat menyaksikan berbagai formasi stalaktit yang menggantung di langit-langit gua serta stalagmit yang tumbuh dari dasar gua. Ornamen-ornamen batu kapur tersebut terbentuk secara alami akibat tetesan air yang mengandung mineral. Keindahan formasi batuan inilah yang menjadi salah satu alasan Goa Tanding menarik untuk dikunjungi. Beberapa bagian gua memiliki ruang yang luas sehingga wisatawan dapat lebih leluasa menikmati panorama bawah tanah. Sambil mendengarkan penjelasan pemandu mengenai proses terbentuknya gua dan karakteristik kawasan karst Gunungkidul. Fasilitas dan Keamanan Wisata Faktor keselamatan menjadi perhatian utama dalam kegiatan wisata di Goa Tanding. Sebelum memulai penyusuran, setiap pengunjung akan dibekali perlengkapan keselamatan berupa helm, jaket pelampung, sepatu karet, lampu penerangan, serta perahu karet yang dikemudikan oleh pemandu berpengalaman. Satu perahu umumnya dapat menampung enam hingga tujuh orang termasuk dua orang pemandu. Selain memastikan keamanan wisatawan, pemandu juga berperan memberikan edukasi mengenai kondisi gua, menjaga ketertiban selama penyusuran. Serta mengingatkan pengunjung agar tidak merusak formasi batuan yang membutuhkan waktu sangat lama untuk terbentuk. Tips Berkunjung ke Goa Tanding Agar pengalaman menjelajahi Goa Tanding semakin nyaman, sebaiknya gunakan pakaian yang ringan dan mudah kering. Kenakan alas kaki yang sesuai, serta siapkan pakaian ganti setelah selesai berwisata. Datang pada pagi atau siang hari juga menjadi pilihan yang baik agar memiliki waktu lebih leluasa menikmati destinasi lain di sekitar Bejiharjo, termasuk Goa Pindul. Selama berada di dalam gua, ikuti seluruh arahan pemandu dan hindari menyentuh maupun merusak stalaktit serta stalagmit. Dengan menjaga kelestariannya, keindahan Goa Tanding dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang. Penutup Goa Tanding membuktikan bahwa Gunungkidul tidak pernah kehabisan pesona wisata alam. Keindahan sungai bawah tanah, lorong gua yang megah, serta pengalaman menyusuri gua menggunakan perahu karet menghadirkan sensasi yang berbeda dibandingkan destinasi wisata lainnya di Yogyakarta. Bagi Anda yang ingin menikmati petualangan alam dengan cara yang santai namun tetap berkesan, Goa Tanding layak menjadi salah satu tujuan saat berlibur ke Gunungkidul. (Visited 1 times, 1 visits today) Post Views: 2 Wisata #healing#wisataviralgoaGoaTandingjogjakartawisatajogja