Makan di Singapura? Ingat Balikin Tray agar Tidak Kena Denda! Dwi Amaliah, June 26, 2026June 26, 2026 Singapura dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat kebersihan terbaik di dunia. Jalanan yang rapi, transportasi umum yang bersih, hingga kawasan kuliner yang tertata menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Namun, tahukah Anda bahwa ada aturan yang mengharuskan setiap orang mengembalikan baki atau tray setelah selesai makan? Banyak wisatawan yang baru mengetahui aturan ini saat berkunjung ke Singapura. Sebab, jika selesai makan di hawker centre, food court, atau coffee shop lalu meninggalkan baki beserta piring kotor di meja, Anda bisa mendapat sanksi. Bahkan, bagi pelanggar yang mengulangi kesalahan, pemerintah Singapura dapat menjatuhkan denda. Mengapa Pengunjung Wajib Mengembalikan Tray? Aturan ini merupakan bagian dari program Clean Tables Campaign yang dijalankan oleh National Environment Agency (NEA) atau Badan Lingkungan Nasional Singapura. Tujuan utamanya bukan sekadar membuat tempat makan terlihat rapi, tetapi juga membangun budaya bertanggung jawab terhadap kebersihan ruang publik. Dengan mengembalikan baki dan peralatan makan sendiri, proses pembersihan meja menjadi lebih cepat sehingga petugas kebersihan dapat lebih fokus menjaga sanitasi area makan. Selain itu, meja yang bersih juga membuat pengunjung berikutnya lebih nyaman saat mencari tempat duduk. Sejak Kapan Aturan Ini Berlaku? Pemerintah Singapura mulai menerapkan kebijakan ini secara bertahap. Sejak 1 September 2021, aturan pengembalian baki diberlakukan di seluruh hawker centre. Kemudian, mulai 1 Januari 2022, kebijakan tersebut diperluas ke food court dan coffee shop. Awalnya, pemerintah lebih banyak memberikan edukasi kepada masyarakat. Namun, sejak 1 Juni 2023, penegakan aturan dilakukan lebih ketat sehingga petugas dapat memberikan sanksi kepada mereka yang tidak mematuhi kewajiban tersebut. Berapa Denda Jika Tidak Mengembalikan Tray? Bagi wisatawan maupun warga lokal yang melanggar aturan ini, pemerintah Singapura menerapkan sanksi secara bertahap. Pelanggaran pertama umumnya akan mendapatkan peringatan tertulis. Jika kembali melakukan pelanggaran, pelaku dapat dikenai denda sebesar SGD 300, atau sekitar Rp3,8 juta hingga Rp4 juta, tergantung nilai tukar mata uang. Sementara itu, pelanggaran yang berulang dapat diproses lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Singapura. Kebijakan ini diterapkan untuk mendorong masyarakat membiasakan diri menjaga kebersihan setelah makan, bukan semata-mata untuk menghukum pengunjung. Apa Saja yang Harus Dilakukan Setelah Makan? Mengembalikan tray tidak hanya berarti membawa baki ke tempat pengembalian. Ada beberapa hal yang juga perlu dilakukan, yaitu: Membawa baki (tray) ke area pengembalian yang telah disediakan. Mengembalikan piring, mangkuk, gelas, serta alat makan bekas ke rak atau tempat yang telah ditentukan. Membuang sisa makanan, tisu bekas, sedotan, maupun sampah lainnya ke tempat sampah yang tersedia. Sebaliknya, pengunjung tidak diwajibkan mengelap meja setelah makan. Tugas tersebut tetap menjadi tanggung jawab petugas kebersihan. Yang diwajibkan adalah memastikan tidak ada baki, piring kotor, atau sampah yang ditinggalkan di atas meja. Budaya Disiplin yang Sudah Menjadi Kebiasaan Bagi sebagian wisatawan, aturan ini mungkin terasa tidak biasa. Di banyak negara, termasuk Indonesia, pengunjung umumnya meninggalkan piring kotor di meja dan petugas kebersihan yang akan membereskannya. Namun di Singapura, mengembalikan tray telah menjadi bagian dari budaya sehari-hari. Tidak sedikit anak-anak yang sejak kecil diajarkan untuk membereskan baki mereka sendiri setelah makan. Kebiasaan sederhana ini membuat area makan tetap bersih meskipun dikunjungi ribuan orang setiap hari. Selain itu, petugas kebersihan dapat bekerja lebih efisien karena tidak perlu mengumpulkan baki dari setiap meja terlebih dahulu. Pelajaran yang Bisa Dipetik Aturan mengembalikan tray menunjukkan bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas petugas kebersihan. Dengan meluangkan waktu sekitar satu menit untuk mengembalikan baki dan membuang sampah pada tempatnya, setiap orang ikut menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi pengunjung berikutnya. Bagi Anda yang berencana berlibur ke Singapura, ada baiknya mengingat aturan sederhana ini. Setelah selesai menikmati makanan di hawker centre, food court, atau coffee shop, jangan langsung pergi. Luangkan waktu sejenak untuk mengembalikan tray beserta peralatan makan ke tempat yang telah disediakan. Selain menghindari sanksi, kebiasaan tersebut juga menjadi bentuk penghormatan terhadap budaya disiplin dan kebersihan yang selama ini menjadi salah satu ciri khas Singapura. (Visited 1 times, 1 visits today) Post Views: 4 Berita #berita