Aturan Baru, Thailand Pangkas Bebas Visa 60 Hari! Dwi Amaliah, May 26, 2026May 26, 2026 Pemerintah Thailand resmi mengambil langkah baru terkait kebijakan masuk wisatawan asing. Negara tersebut dikabarkan akan mengakhiri kebijakan bebas visa 60 hari yang sebelumnya diberikan kepada wisatawan dari 93 negara, termasuk Indonesia. Kebijakan ini langsung menjadi perhatian publik karena Thailand selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata paling terbuka di Asia Tenggara. Dengan aturan bebas visa, jutaan wisatawan asing datang setiap tahun untuk berlibur, bekerja jarak jauh, hingga tinggal sementara di negara tersebut. Namun kini, pemerintah Thailand memutuskan untuk memperketat aturan tersebut sebagai bagian dari evaluasi kebijakan imigrasi dan keamanan nasional. (travel.detik.com) Kebijakan Bebas Visa 60 Hari Akan Dihentikan Thailand sebelumnya mulai menerapkan kebijakan bebas visa 60 hari sejak Juli 2024. Langkah itu dilakukan untuk membantu memulihkan sektor pariwisata setelah pandemi COVID-19. Melalui kebijakan tersebut, wisatawan dari puluhan negara dapat masuk ke Thailand tanpa visa dan tinggal hingga dua bulan. Pemerintah saat itu berharap kebijakan tersebut mampu meningkatkan jumlah wisatawan asing dan mendorong pertumbuhan ekonomi. (kompas.com) Namun setelah hampir dua tahun berjalan, pemerintah Thailand mulai menilai bahwa aturan tersebut menimbulkan sejumlah persoalan baru. Muncul Kekhawatiran Penyalahgunaan Visa Menurut sejumlah laporan media, pemerintah Thailand menemukan adanya peningkatan kasus penyalahgunaan izin tinggal oleh warga asing. Beberapa di antaranya meliputi: overstay atau tinggal melebihi batas izin, aktivitas bisnis ilegal, pekerja asing tanpa izin, hingga dugaan keterlibatan jaringan kriminal lintas negara. (idntimes.com) Pemerintah Thailand menyebut bahwa sebagian wisatawan memanfaatkan kebijakan bebas visa untuk tinggal dalam waktu lama tanpa proses pengawasan yang ketat. Karena itu, kabinet Thailand memutuskan untuk mulai memperketat aturan masuk bagi turis asing. (antaranews.com) Thailand Fokus pada “Quality Tourism” Perubahan kebijakan ini juga disebut sebagai bagian dari strategi baru Thailand dalam sektor pariwisata. Pemerintah Thailand kini mulai mengusung konsep “quality tourism” atau wisata berkualitas. Fokusnya bukan lagi sekadar mendatangkan wisatawan dalam jumlah besar, tetapi menghadirkan turis yang dianggap memberikan dampak ekonomi positif dan mematuhi aturan hukum setempat. (travel.detik.com) Langkah ini dinilai sebagai upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus memperbaiki sistem pengawasan terhadap warga asing yang masuk ke negaranya. Masa Tinggal Diperkirakan Kembali Jadi 30 Hari Dalam aturan baru yang sedang dipersiapkan, masa tinggal bebas visa diperkirakan akan kembali menjadi sekitar 30 hari seperti sebelum kebijakan 60 hari diterapkan. (kompas.com) Selain itu, pemerintah Thailand juga disebut akan memperketat proses perpanjangan izin tinggal bagi wisatawan asing. Nantinya, wisatawan yang ingin memperpanjang masa tinggal harus memberikan alasan yang jelas kepada pihak imigrasi. (antaranews.com) Meski begitu, hingga saat ini pemerintah Thailand masih belum mengumumkan secara rinci kapan aturan tersebut mulai diberlakukan secara penuh. Industri Pariwisata Thailand Sedang Mengalami Tantangan Kebijakan baru ini muncul di tengah kondisi sektor pariwisata Thailand yang sedang menghadapi berbagai tantangan global. Beberapa laporan menyebut jumlah wisatawan asing ke Thailand pada awal 2026 mengalami perlambatan dibanding tahun sebelumnya. Faktor seperti kenaikan harga tiket pesawat internasional, kondisi ekonomi dunia, hingga konflik geopolitik disebut memengaruhi minat perjalanan internasional. (cnnindonesia.com) Di sisi lain, Thailand tetap berusaha mempertahankan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata utama di Asia. Negara tersebut masih mengandalkan sektor pariwisata sebagai salah satu sumber pemasukan terbesar bagi ekonomi nasional. Thailand Tetap Jadi Destinasi Favorit Wisatawan Dunia Meski aturan visa diperketat, Thailand masih menjadi salah satu tujuan wisata internasional paling populer di kawasan Asia Tenggara. Negara itu dikenal dengan berbagai destinasi wisata seperti: Bangkok, Phuket, Pattaya, Chiang Mai, hingga Krabi. Selain wisata alam dan budaya, Thailand juga terkenal karena kuliner, pusat perbelanjaan, hiburan malam, dan biaya perjalanan yang relatif terjangkau. Karena itu, perubahan aturan bebas visa ini diperkirakan tidak akan mengurangi daya tarik Thailand secara signifikan. Namun kebijakan tersebut tetap menjadi sinyal bahwa banyak negara kini mulai memperketat pengawasan terhadap wisatawan asing setelah pandemi. Pemerintah Thailand sendiri menegaskan bahwa kebijakan baru ini dilakukan demi menjaga keamanan negara dan memastikan sistem pariwisata berjalan lebih tertib ke depannya. (travel.detik.com) (Visited 13 times, 1 visits today) Post Views: 64 Berita #berita